Matrix Text

ScrollFx

Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Mei 2009

Pentingnya Pendidikan

Pendidikan adalah yang utama dan terutama di dalam kehidupan era masa sekarang ini. Sejauh kita memandang maka harus sejauh itulah kita harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai pendidikan. Kita jangan salah memahami bahwa pendidikan diperoleh dengan cara menempuh jalur formal saja, dengan cara datang, duduk, mendengar dan selanjutnya hingga akan memperoleh penghargaan dari test yang sudah dilewati. Umumnya yang kerap kita dengar yaitu:

LONG LIFE EDUCATION

Pendidikan dapat diperoleh dengan berbagai cara terlebih lagi semakin mendukungnya perkembangan alat-alat elektronika sekarang ini. Dengan mudah kita beroleh informasi tentang perkembangan zaman baik dari belahan bumi barat terlebih lagi dari negara tetangga.

Ilmu pengetahuan, keterampilan, pendidikan merupakan unsur dasar yang menentukan kecekatan seseorang berpikir tentang dirinya dan lingkungannya. Seseorang yang mampu mengubah dirinya menjadi lebih baik diharapkan mampu mengubah keluarganya, kelak mengubah daerahnya dan kemudian mengubah negaranya serta mengubah dunia dimana dia hidup. Seperti puisi seorang suster yang sangat mengharapkan terciptanya kedamaian di muka bumi ini. Seseorang memiliki eksistensi tentang arti penting dirinya dan kehidupan yang diberikan Tuhan bagi dia dan sangat disayangkan jika itu berbuah dalam kesiasiaan.

Jika kita melirik sebentar ke negara-negara di Barat, mereka memberi perhatian penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan keterampilan sebab hal itu bagi mereka merupakan asset, modal utama untuk boleh andil bersaing dengan yang lain.

Misalnya saja, negara USA dengan penemuan-penemuan baru di bidang IPTEK, yang dapat dijadikan sebagai "nilai jual" ke negara lain tanpa menghilangkan keoriginalan penemuan awal yang mereka lakukan. Mereka tidak segan-segan harus mengeluarkan berjuta dolar untuk merealisasikan penemuan mereka.

Kita sebagai warga negara Indonesia tidak menuntut seperti itu di negara kita sebab melihat kondisi pendidikan masih jauh perlu pembenahan di berbagai bidang pendidikan. Sekalipun demikian realitanya, bukan berarti kita hanya berpangku tangan saja dan menonton berharap dari negara lain yang akhirnya di era free trade ini kita tidak lagi mampu maju untuk memberdayakan diri agar layak bersaing dan layak jual. Kita boleh bermimpi tapi hati-hati jangan menjadi pemimpi.

Secara ruang lingkup yang sempit di kawasan Negara kita sendiri masih ada yang tertinggal, tidak mampu baca dan tulis. Hal ini merupakan suatu kekhawatiran yang sangat sulit untuk diberantas jika kita masih berkutat pada pemahaman yang primitif atau sedikit lebih maju namun sekedar tekhnis saja.

Memandang keluar dan melihat keterbukaan dalam dunia globalisasi, menjadikan peranan pendidikan sangat vital untuk jadi penentu sebab dunia pendidikan mampu memotivasi terciptanya tekhnologi yang bisa diadaptasi, diimitasi bahkan disebarkan dengan cara yang cepat dan mudah. Yang kemudian hal tersebut dapat mendukung laju perkembangan suatu Negara.

Saat ini kita ditantang untuk belajar dan belajar sebab semakin kita tahu justru semakin banyak yang kita tidak tahu. Perkembangan bukan hitungan hari tetapi sudah bertolak ukur dengan hitungan detik. Dari waktu detik ke detik berikutnya sudah menghasilkan berbagai daya kreasi penemuan-penemuan di berbagai bidang. Mengingat hal itu, maka mari kita memanfaatkan kesempatan yang tersedia, bukan kesempatan yang memanfaatkan kita. Sebab saat ini telah dinyatakan dalam prakteknya bahwa manusia adalah subyeknya dan kualitasnya adalah kunci, bukan soal kuantitas lagi.

Kata bijak dari seorang berkebangsaan China yang menyatakan:

Give a man a fish
And you will feed him for a meal
But
Teach a man how to fish
And you will feed him for life

Kata bijak yang sangat menggugah kita yang mempunyai arti "berikan pada seseorang seekor ikan maka kamu memberi dia hanya sekali makan tapi ajarilah seseorang untuk memancing maka kamu telah memberi dia makan seumur hidupnya." Suatu ungkapan yang boleh diberi acungan jempol. Dalam ungkapan itu tersimpan makna yang ingin disampaikan adalah manusiakan manusia agar ia menjadi manusia, berdayakan, didik, latih, beri keterampilan agar kelak dia yang memberdayakan dan bertanggungjawab pada dirinya, kehidupannya serta masa depannya.

Kaum muda adalah pemegang kunci di setiap daerah, pemuda adalah penerus bangsa. Adalah realita yang harus kita akui bahwa pemuda-pemuda bangsa kita, sebelum maju bersaing sudah hampir kalah bersaing, tetapi tidak ada kata terlambat, sekarang juga mari semua kita perlengkapi anak-anak, diri kita untuk menjadi manusia-manusia kunci sebagai langkah menuju manusia yang siap pakai dan mempunyai daya kreatif tinggi serta bernilai jual yang layak di dunia Internasional. Tidak mudah tapi kita mampu. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita sebagai anak bangsa sanggup berkreasi di kancah dunia.

Kamis, 14 Mei 2009

Ada Apa dengan SMA di Yogyakarta?

Masyarakat terbelalak setelah hasil Ujian Nasional SMA 2006 diumumkan pertengahan April lalu. Tidak satu pun SMA di Yogyakarta, baik SMA negeri unggulan, seperti SMA 1, SMA 3, dan SMA 8, maupun sekolah swasta favorit, seperti SMA De Britto dan Stella Duce 1 Yogyakarta, masuk dalam peringkat 10 besar secara nasional. Justru yang menempati 10 besar adalah sekolah-sekolah nonunggulan dari kabupaten. Hal ini memunculkan pertanyaan, ada apa dengan SMA negeri unggulan dan swasta favorit di Yogyakarta ini?

Adakah sesuatu yang kurang atau salah sehingga dapat kalah bersaing dengan sekolah-sekolah nonunggulan di kota kabupaten? Rasa malu dan beban moral yang berat sudah barang tentu dipikul oleh komunitas SMA negeri unggulan Yogyakarta dibanding sekolah swasta favorit. Karena SMA negeri unggulan yang menjadi barometer kualitas pendidikan Yogyakarta mempunyai input siswa yang sangat istimewa (kelas I). Mereka diterima berdasarkan Nilai Ujian Nasional Murni (NUNM), siswa yang diterima mempunyai NUNM di atas 28,40 untuk tiga mata pelajaran di SMP (rata-rata 9,47) atau siswa-siswa yang sangat cerdas.

Di sisi lain, fasilitas pembelajaran mulai dari ruang kelas, laboratorium, media pembelajaran, peralatan audiovisual, dan teknologi informasi sudah sangat layak, bahkan istimewa. Selain itu, bukan rahasia umum lagi di SMA negeri unggulan ini diampu oleh guru-guru terbaik di Yogyakarta. Guru-guru ini, selain mendapat gaji dari pemerintah, juga mendapat tambahan insentif dari yayasan alumni yang dibentuk oleh masing-masing sekolah.

Dengan kondisi siswa dan fasilitas serta guru yang sangat bagus, mengapa tidak dapat masuk 10 besar nasional? Apa yang kurang atau salah? Apakah kualitas proses kegiatan belajar mengajar (KBM) atau orientasi siswa dalam belajar?

Kualitas proses KBM

Nilai ujian nasional (nilai kognitif) memang hanya salah satu indikator keberhasilan kegiatan belajar mengajar, masih ada aspek lain yang tidak dinilai melalui ujian nasional dan hasilnya tidak dipublikasikan secara nasional, yaitu nilai psikomotor dan afektif.

Namun, gambaran kualitas proses KBM dapat dilihat dari hasil evaluasi yang berupa ujian nasional. Jika proses belajar mengajar berlangsung benar dan baik sesuai tuntutan kurikulum, serta selalu menyesuaikan dengan tuntutan pasar, maka sudah barang tentu hasilnya juga baik.

Bagaimanakah proses KBM yang berlangsung di SMA negeri unggulan Yogyakarta, apakah sudah benar dan baik? Tidak mudah untuk membuat justifikasinya, tetapi berikut adalah indikasi-indikasi yang mencuat di lapangan.

Pertama, siswa-siswa SMA unggulan lebih dari 90 persen setiap sore mengikuti bimbingan tes, bahkan ada yang mengikuti bimbingan lebih dari satu tempat. Alasan yang meluncur dari mulut siswa-siswa ini adalah sekolah kurang banyak memberikan variasi pembelajaran berkaitan dengan rumus-rumus kilat dan praktis, serta miskin variasi soal-soal yang menantang. Selain itu, tidak berjalannya remidiasi dengan benar dan baik, serta penuh ketekunan dan kesabaran oleh guru menjadikan siswa banyak melarikan diri untuk memenuhi kebutuhannya ke bimbingan tes atau les privat.

Kedua, pengakuan dari beberapa guru sekolah unggulan yang secara legawa mengakui bahwa siswa-siswanya menjadi pintar dan berhasil lebih besar karena kemauan dan usaha pribadi-pribadi, bukan karena didesain secara kolektif dalam proses KBM yang unggul di sekolah. Di sini berbeda dengan SMA Negeri I Bangil Pasuruhan, Jawa Timur (peringkat I nasional), di mana sekolah sejak awal sudah mendesain sistem secara kolektif KBM yang unggul dengan konsep kesederhanaan kreatif untuk berhasil secara bersama-sama. Keberhasilan secara kolektif faktanya dapat mengangkat nama sekolah dan pemerintah daerah.

Yogyakarta bukan Bangil, Pasuruan, orientasi siswa SMA negeri unggulan dan orangtua di Yogyakarta lebih pada Ujian Masuk Universitas Gajah Mada (UM UGM) yang setiap tahun dilaksanakan pada bulan April daripada UN.

Kondisi ini yang tidak dialami oleh siswa SMA Negeri Bangil Pasuruan. Eforia persiapan UM UGM yang dilakukan oleh masing-masing sekolah dan ditambah dengan bimbingan tes memecah konsentrasi siswa dalam mempersiapkan UN, di mana jarak waktu antara UM UGM dengan UN relatif pendek. Sementara, dua hajatan besar menyebabkan siswa stres karena keduanya sangat penting bagi masa depan siswa.

Lolos dalam UM UGM suatu prestasi yang membanggakan bagi siswa dan orangtua, sedangkan UN menentukan kelulusan siswa. Lulus UN merupakan syarat mutlak untuk dapat melanjutkan ke UGM. Pada kondisi dilematis seperti ini, sikap yang banyak diambil siswa adalah yang paling aman, yaitu mengoptimalkan persiapan UM UGM untuk memperebutkan kursi di UGM yang persaingannya lebih ketat, kemudian baru mempersiapkan UN ala kadarnya hanya dengan target lulus, bukan untuk memaksimalkan pencapaian nilai pada UN. Hal ini barang tentu merugikan sekolah negeri unggulan terkait dengan rangking prestasi UN secara nasional.

Berdasarkan indikasi-indikasi yang diketemukan di lapangan tersebut, tampak kualitas proses pendidikan di SMA negeri unggulan masih terbelenggu kurikulum formal belum tampak sinkron dengan fokus kebutuhan siswa dalam suatu desain KBM yang unggul.

Lalu, sebenarnya apa yang diunggulkan oleh SMA unggulan Yogyakarta? Masyarakat pendidikan Yogyakarta menunggu bukti nyata ada perubahan-perubahan yang terbukti unggul dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi Yogyakarta Kota Pendidikan.

Untuk perubahan-perubahan tersebut Dinas P dan P, Dewan Pendidikan, dan SMA negeri unggulan perlu duduk berdiskusi untuk mendesain sistem pendidikan yang unggul, integratif, dan dapat diandalkan khas Yogyakarta.


http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0705/26/jateng/53826.htm

Rabu, 13 Mei 2009

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI : KONSEP DAN PERKEMBANGANNYA

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua yang teknologi berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Tercakup dalam definisi tersebut adalah semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur komputer maupun (tele)komunikasi. Istilah TIK atau ICT (Information and Communication Technology), atau yang di kalangan negara Asia berbahasa Inggris disebut sebagai Infocom, muncul setelah berpadunya teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya) dan teknologi komunikasi sebagai sarana penyebaran informasi pada paruh kedua abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang sangat pesat, jauh melampaui bidang-bidang teknologi lainnya. Bahkan sampai awal abad ke-21 ini, dipercaya bahwa bidang TIK masih akan terus pesat berkembang dan belum terlihat titik jenuhnya sampai beberapa dekade mendatang. Pada tingkat global, perkembangan TIK telah mempengaruhi seluruh bidang kehidupan umat manusia. Intrusi TIK ke dalam bidang-bidang teknologi lain telah sedemikian jauh sehingga tidak ada satupun peralatan hasil inovasi teknologi yang tidak memanfaatkan perangkat TIK.
Membicarakan pengaruh TIK pada berbagai bidang lain tentu memerlukan waktu diskusi yang sangat panjang. Dalam makalah ini, kaitan TIK dengan proses pembelajaran disoroti lebih dibanding dengan kaitannya dengan bidang lain. Tanpa mengecilkan pengaruh TIK di bidang lain, bidang pembelajaran mendapatkan manfaat lebih dalam kaitannya dengan kemampuan TIK mengolah dan menyebarkan informasi.

Perkembangan TIK

Bila dilacak ke belakang, terdapat beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap eksistensi TIK saat ini. Pertama adalah temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penggelaran jaringan komunikasi dengan kabel yang melilit seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Inilah infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terealisasi transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama (Lallana, 2003:5). Komunikasi suara tanpa kabel segera berkembang pesat, dan kemudian bahkan diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943, yang kemudian diikuti oleh tahapan miniaturisai komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947, dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan soko guru TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (eks Uni Sovyet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer, dan terus berevolusi sampai saat ini.
Di lain pihak, perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat mulai diimplementasi-kannya teknologi digital menggantikan teknologi analog yang mulai menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang dari awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi inilah kandungan isi (content) berupa multimedia, mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi-komputasi-multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk maksud yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication+informatics (telekomunikasi+informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan, sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat, juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library dan sebagainya. Awalan e- bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.

Kamis, 07 Mei 2009

WEBSITE APLIKASI BLOGGER

  • jam kamu bisa dpt di www.clocklink.com
  • bagi muslim bisa nambahin aplikasi adzan dll di www.islamicfinder.org
  • peta di www.feedmap.net
  • ringtone, cartoon dll www.bravenet.com
  • YM pingbox di www.yahoo.com
  • aplikasi² di www.neoworx.net
  • chatbox di www.shoutmix.com
  • webcounter gratis www.geovisit.com
  • dan aplikasi lain di www.wigetbox.com,dll

Jenis-jenis blog

  • Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).
  • Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman.
  • Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu
  • Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.
  • Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
  • Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
  • Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
  • Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
  • Blog media: Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi
  • Blog agama: Membahas tentang agama
  • Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.
  • Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
  • Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
  • Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka
  • Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing
  • Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)

wikipedia.com

Komunitas Blogger

Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari para blogger berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.

Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.

Beberapa jenis komunitas blogger adalah Komunitas Blogger Daerah, yaitu Komunitas Blogger berdasarkan kedaerahan atau wilayah tertentu, Komunitas Blogger Non-Daerah, yang biasanya terbentuk karena kesamaan hobi atau yang lainnya, dan Komunitas Blogger Kampus.

SEJARAH BLOG


Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis, . Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.

Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.



wikipeia.com

Langkah-langkah Mengganti Template:


  1. Sign in di blogger.com
  2. Klik menu "Layout"
  3. Klik menu "Page Elements"
  4. Klik tulisan "Edit" pada masing-masing Widget atau elemen blogmu, lalu copy seluruh datanya
  5. Jika semua data di pastikan sudah di copy, maka langkah selanjutnya adalah klik menu edit HTML
  6. Klik tulisan --> "download Full Template", save dalam komputer. Ini dimaksudkan agar memudahkan kita untuk mengembalikan ke template semula jika template baru ternyata dianggap kurang cocok.
  7. Beri tanda ceklist pada kotak kecil disamping tulisan "Expand Template Widget"
  8. Klik tombol "Browse" lalu pilih file Template baru yang ingin digunakan.
  9. Klik Tombol "Upload"
  10. Biasanya keluar peringatan bahwa data-data yang kita punya seperti link, shoutbox dan lain-lain akan terhapus.
  11. Klik tombol --> "Confirm&Save", dengan asumsi bahwa kamu sudah mengcopy data-data tadi
  12. Selesai...Silahkan klik view untuk mengetahui hasilnya.

Template by:
Free Blog Templates